24 February 2011

Prediksi Kiamat Menurut Ilmu Astronomi

Tanda-tanda Kiamat dalam
semua kitab berbagai agama
sudah dibahas sedemikian rupa
dan merupakan fenomena
dahsyat akhir zaman.
Lalu
bagaimanakah prediksi kiamat
menurut ilmu pengetahuan
khususnya ilmu astronomi?

Kiamat Menurut Ilmu Alam
Semesta
Bahwa bumi akan hancur
berkeping-keping seperti kapas
berterbangan.
Beberapa
penelitian ilmuwan
membuktikan bahwa kiamat
adalah kepastian. Hanya kapan
itu terjadi adalah rahasia Allah
Subhanahu wa Ta ’ala.
Namun,
mari kita lihat pandangan dan
perhitungan para ilmuwan.
Jika kita rajin mendengar
keterangan-keterangan dariweb
NASA, mereka pernah
mengatakan bahwa sudah
banyak planet yang berbalik
arah putar. Jika pada planet
bumi kita ini matahari masih
terbit dari arah timur, maka
dalam beberapa tahun ini
terdapat beberapa fenomena
baru yang menurut mereka
planet lain sudah mulai berbalik
arah dan matahari terbit dari
arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah
pertanda akhir jaman mendekati
kiamat.


1. Mengenai planet X (nibiru).


Adalah menurut para ilmuwan,
dari sekian banyak planet yang
berbalik arah putar. Mereka
menemukan adanya planet dari
galaksi lain yang bergerak
memasuki orbit dalam tata surya
kita. Planet ini kemudian diberi
nama planet X (Nibiru).
Planet X

Planet Nibiru adalah bintang lain
yang tertarik gravitasi matahari
lalu masuk ke tatasurya kita. Parahnya dia berrevolusi
berlawanan dengan revolusi
bumi dan planet lain di tatasurya
kita. Jalurnya pas di jalur bumi.

Sehingga pada suatu masa bumi
akan ditabrak oleh benda yang
besarnya 100 kali lipat dengan
sama-sama kecepatan
superdahsyat.
Bisa dibayangkan
seperti apa kemungkinannya.
Pasti hancur berkeping-keping.
Inilah perbandingan besar bumi
dengan Nibiru
Ilmuwan menyebut 50 tahun
lagi planet x ini akan memasuki
orbit tata surya kita sejak
ditemukan tahun 2003. Berarti
kiamat boleh terjadi pada tahun
2053 ?

Allah-lah Yang Maha
Mengetahui dan Maha Kuasa.
Kira-kira seperti inilah kalau
bumi kita di tabrak


2. Awan Smith.


Awan Smith, diambil dari nama
Gail Smith, seorang astronom AS
yang mendeteksinya pertama
kali pada tahun 1963 saat
meneliti di Universitas Leiden,
Belanda.
Awan Smith
Awan Smith adalah Gumpalan
awan raksasa yang
mengandung gas hidrogen
dalam volume sangat besar
tengah melesat mendekati
piringan Galaksi Bima Sakti,
tempat tata surya kita berada.


Jika dilihat dari Bumi, lebar
gumpalan awan tersebut
sebanding dengan 30 kali lebar
Bulan. Awan Smith membawa
energi sangat besar berupa gas
hidrogen yang cukup untuk
membentuk jutaan bintang
seukuran Matahari. Awan Smith
merupakan gumpalan gas yang
berukuran panjang mencapai
11.000 tahun cahaya dan lebar
2.500 tahun cahaya
Objek tersebut saat ini berada
40.000 tahun cahaya dari Bumi
dan 8.000 tahun cahaya dari
piringan Bimasakti.

Objek yang
pantas disebut kabut monster di
ruang kosmos ini bergerak
dengan kecepatan 240 kilometer
perdetik dan diperkirakan
menabrak piringan galaksi
Bimasakti dengan kemiringan 45
derajat Tabrakan dahsyat yang
diperkirakan terjadi antara
20-40 juta tahun lagi akan
menghasilkan kembang api
spektakuler di langit.



3. Tabrakan galaksi
Andromeda.


Galaksi Andromeda.
Galaksi paling dekat dengan
galaksi kita adalah Andromeda.

Saat ini galaksi andromeda
melayang mendekati bimasakti
dengan kecepatan 300.000 mil
per jam, 100 kali lebih cepat
daripada peluru yang melesat
dengan kecepatan tinggi. Ketika
bertabrakan, Andromeda akan
mengubah galaksi bimasakti kita
selamanya.
Perkiraannya; Galaksi Bima Sakti
akan bertabrakan dengan
Galaksi Andromeda yang
berjarak 2,5 juta tahun cahaya
dari bumi. Cemas?

Jangan dulu,
karena terjadinya masih empat
miliar tahun lagi.
Bagaimanapun juga, kiamat
adalah misteri Sang Pencipta
yang tidak bisa diprediksi begitu
saja baik oleh seorang peramal
ataupun ilmu pengetahuan.

0 komentar:

Post a Comment