Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Showing posts with label jawa barat. Show all posts

Asal Mula Kota Cianjur

Pada jaman dahulu di daerah jawa barat ada seorang lelaki yang sangat kaya. Seluruh sawah dan lading di desanya menjadi miliknya. Penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan lading lelaki kaya itu. Orang kaya itu oleh penduduk desa dijuluki Pak Kikir karena memang dia adalah orang yang sangat kikir. Kekikirnya Pak kikr tidak pandang bulu, sampai-sampai terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia juga sangat pelit.
Untunglah sifat kikir itu tidak menular pada anak lelakinya itu. Anak Pak Kikir itu berwatak baik. Tanpa sepengetahuan ayahnya, sering dia membantu tetangganya yang kesusahan.
Menurut anggapan dan kepercayaan masyarakat desa itu, jika menginginkan hasil panen yang baik dan melimpah maka harus diadakan pesta syukuran denga baik pula. Takut jika panen berikutnya gagal, maka Pak Kikir terpaksa mengadakan pesta syukuran dan selamatan semua warga desa diundang oleh Pak Kikir. Penduduk desa mengira akan mendapatkan makanan yang enak dan lezat dalam selamatan itu. Perkiraan itu meleset, ternyata Pak Kikir hanya menyediakan hidangan ala kadarnya, itupun tidak cukup untuk menjamu seluruh orang yang diundang. Banyakdinatara undangan yang tidak mendapat makanan. Mereka akhirnya hanya dapat mengelus dada atas sikap Pak Kikir yang lagi-lagi terbukti kikir.
” huh!! Sudah berani mengundang orang ternyata tidak dapat menyediakana makanan, sungguh keterlaluan, buat apa hartanya yang segudang itu”
”Tuhan tidak akana memberikan berkah pada jartanya yang banyak itu”
Demikianlah pergunjingan dan sumpah serapah dari orang-orang miskin mewarnai pesta selamatan yang diadakan Pak Kikir.
Pada saat pesta selamatan sedang berlangsung, yiba-tiba datanglah seorang nenek tua renta yang meminta sedekah pda Pak Kikir.
”Tuan... berilah saya sedekah, walau hanya dengan sesuap nasi…”rintih nenek tua itu
”Apa sedekah? Kau kira untuk menanak nasi tidak diperlukan jerih payah hah...?
”Berilah saya sedikit saja dari harta tuan yang berlimpah ruah itu......??”
”Tidak! Cepat pergi dari sini, kalau tidak aku akan suruh tukung pukulku untuk meghajarmu!!”

Nenek itu nampak mengeluarkan air mata.
Demikianlah nenek tua itu tidak mendapat sedekah tetapi malah diusir sevcara kasar oleh Pak Kikir. Dia segera meninggalkan halaman rumah Pak Kikir.
Melihat kejadian itu putera Pak Kikir sangat sedih. Diam-diam dia mengambil jatah makan siangnya, lalu dikejarnya nenek yang sudah sampai di ujung desanya itu, diberikannya makanan itu kepada si nenek.
Nenek itu merasa sangat bergembira ” sengguh baik engkau nak, semoga kelak hidupmu menjadi mulia”
Setelah si anak muda itu pergi, si nenek melanjutkan perjalanannya. Sampailah dia di sebuah bukit dekat desa, dia berhenti sejenak. dilihatnya rumah milik Pak Kikir yang palling besar dan megah di desa itu. Sementara penduduk sekelilingnya menderita katrena ketamakan Pak Kikir.
Karena melihat kelakukan Pak Kikir itu, si nenek marah dan berkata ” ingat-ingatlah Pak Kikir, keserakahan dan kekikiranmu akan menenggelamkan dirimu sendiri. Tuhan akan menimpakan hukuman kepadamu”
Nenek itu lalu menancapkan tongkatnya di tanah, lalu dicabutnya lagi. Dari lubang tancapan itu memancar air yang sangat deras. Makin lama air itu makin besar dan menuju ke desa.
“Banjir!” “Banjirrr!!!!!” teriak orang-orang desa yang mulai panic melihat datangnya air bah dari lembah itu.
Anak Pak Kikir segera menganjurkan orang-orang agar segera meninggalkan desa dan lari ke atas bukit.
“cepat tinggalkan desa ini, larilah ke atas bukit yang aman”
“Tapi sawah dan ternak kita bagaimana?”
“Kalian pilih harta atau jiwa? Sudah tidak ada waktu untuk membawa harta lagi”
Anak Pak Kikir yang bijak itu terus berteriak-teriak mengingatkan penduduk desa. Ia juga membujuk ayahnya agar segera keluar rumah.
”ayah cepat tingga;lkan rumah ini, kita harus segera keluar menyelamatkan diri”
”Apa? Lari begitu saja. Tolol!! Aku harus mengambil peti hartaku yang kusimpan di dalam tanan dulu”
Karena tidak ada waktu anak Pak Kikir segera berlari menyelamatka diri, sementara Pak Kikir terus mengumpulkan harta bendanya. Dia terlambat menyelamatkna diri, akhirnya tenggelam dalam arus air bah.
Sebagian besar penduduk desa termasuk putera Pak Kikir selamat. Mereka sedih melihat desanya tenggelam. Kemudian mereka memutuskan untuk mencari daerah baru. Mereka mengangkat anak Pak Kikir sebagai pemimpin desa mereka yang baru.
Putera Pak Kikir lalu menganjurkan penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata. Pimpinan desa baru itu mengajari penduduk menanam padi dan bagaimana mengairi sawah secara baik. Desa itu kemudian disebut desa Anjuran, penduduk desa selalu mematuhi anjuran pimpinannnya.
Lama kelamaan desa itu berkembang menjadi kota kecil disebut Cianjur. Ci berarti air. Cianjur berarti daerah yang cukup mengandung air. Anjuran pemimpin desa dijadikan pedoman para petani dalam mengolah sawah, maka sampai sekarang ini bersa Cianjur dikenal sangat enak dan gurih.
Read More »

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.

Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.

Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.

Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.

Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.

Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.

Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.
Read More »

telaga warna

Panjang waktu yang lalu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Kerajaan ini diperintah oleh raja bernama Prabu. Dia adalah baik dan raja yang bijaksana. Di bawah kepemimpinan Prabu's, kerajaan tumbuh menjadi kerajaan yang makmur. Tidak ada kelaparan di kerajaan. Semua orang dalam kerajaan mencintai raja mereka. Tapi, ada satu masalah. Raja dan ratu telah tidak punya anak. Hal ini membuat pasangan yang sangat menyedihkan. Itulah sebabnya Prabu memutuskan untuk pergi ke hutan. Di sana, dia bermeditasi dan berdoa kepada Allah. Setiap hari ia memohon untuk anak. Mimpinya akhirnya terwujud. Beberapa bulan kemudian, ratu hamil. Semua orang di kerajaan itu merasa sangat bahagia. Mereka mengirim banyak hadiah ke istana untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka. Sembilan bulan kemudian bayi perempuan lahir. Bayi itu tumbuh sebagai remaja yang indah itu.

Prabu dan ratu yang dikasihinya putri mereka begitu banyak. Mereka memberi apa yang dia inginkan. Hal itu membuat sang putri tumbuh menjadi seorang gadis manja. Bila keinginannya tidak terpenuhi, dia akan sangat marah. Dia bahkan mengatakan hal-hal buruk sering. Meskipun sang putri berperilaku buruk, orang tuanya masih mencintainya, dan begitu pula orang-orang di kerajaan.

Waktu berlalu dan sang putri tumbuh lebih indah. Dalam beberapa hari, sang putri akan tujuh belas tahun. Itu sebabnya orang-orang yang banyak kerajaan membawa hadiah untuknya. Mereka membawa perhiasan emas dan indah. Prabu mengumpulkan hadiah. Lalu Prabu disimpan mereka di sebuah ruangan khusus. Beberapa kali dia akan membawa mereka untuk diberikan kepada umat-Nya yang membutuhkannya. Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Lalu ia membawa mereka ke sebuah tukang emas. "Silakan membuat kalung untuk putriku," kata Prabu. "Dengan senang hati, Yang Mulia," jawab tukang emas. Tukang emas itu bekerja dengan segenap hatinya dan kemampuannya. Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah untuk sang putri.

ulang tahun datang. Orang-orang berkumpul di lapangan istana. Lalu Prabu dan ratu muncul. Mereka melambaikan tangan kepada orang-orang yang mereka cintai. Cheers yang keras dan lebih keras ketika sang putri muncul. Semua orang mengagumi kecantikannya. Prabu bangkit dari kursi dan mengambil sebuah bantal kecil. Sebuah kalung yang indah itu di atas bantal. Prabu mengambil kalung itu. "Putri tercinta, hari ini aku berikan kalung ini kepada Anda. kalung ini merupakan hadiah dari orang-orang di negeri ini. Mereka sangat mencintaimu. Mereka disajikan bagi Anda untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka, karena Anda telah tumbuh dengan seorang wanita, "kata Prabu. Putri menerima kalung itu. Dia melihat kalung dalam sekejap. "Saya tidak ingin kalung ini! Ini jelek "teriak sang putri! Saat ia melempar kalung itu pergi. Kalung jatuh ke lantai dan rusak. Emas dan perhiasan itu tersebar di lantai.

tubuh Tidak berani berbicara. Mereka tidak pernah berpikir bahwa putri tercinta mereka akan melakukan hal kejam. Dalam keheningan mereka, orang-orang yang mendengar menangis ratu. Setiap wanita merasa sedih dan mulai menangis. Kemudian semua orang menangis. Tiba-tiba, dari tengah lapangan, mata air muncul. Dengan cepat menjadi kolam renang. Istana mulai banjir. Tak lama kemudian tempat itu menjadi danau yang besar.

Saat ini air di danau yang tidak penuh seperti sebelumnya. Hanya ada sebuah danau kecil sekarang. Orang-orang yang disebut danau Telaga Warna (yang berarti danau warna). Pada suatu hari yang cerah, danau penuh warna. Warna-warna ini berasal dari refleksi hutan, tanaman, bunga, dan langit di sekitar danau. Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa warna dari sang putri kalung, yang tersebar di dasar danau.
Read More »

lutung kasarung


Prabu Tapa Agung telah memimpin sebuah kerajaan di Jawa Barat untuk waktu yang lama. Dia sudah tua dan karena itu ingin memilih penggantinya. Tapi sayangnya, ia anak. Dia berpikir untuk memilih salah seorang putrinya, Purbararang dan Purbasari. Tapi itu bukan pilihan yang mudah. Mereka berdua sangat cantik dan cerdas. Satu-satunya perbedaan adalah temperamen mereka. Purbararang kasar dan jujur, sedangkan Purbasari baik dan peduli. Dengan pertimbangan, Prabu Tapa Agung akhirnya memilih Purbasari untuk menjadi penggantinya.

Purbararang tidak setuju dengan keputusan ayahnya. "Ini seharusnya saya, Bapa. Aku anak perempuan tertua "kata Purbararang!. Prabu Tapa Agung tersenyum. "Purbararang, menjadi seorang ratu memakan waktu lebih dari usia. Ada banyak kualitas lain bahwa seseorang harus memiliki, "kata Prabu Tapa Agung bijaksana. "Apa Purbasari memiliki bahwa saya tidak" cemberut? Purbararang. "Anda akan tahu ketika Purbasari menggantikan saya," jawab Prabu Tapa Agung.

Setelah diskusi, Purbararang kembali ke kamarnya. "Apakah ada sesuatu yang salah" tanya? Indrajaya. Indrajaya adalah calon suami Purbararang's. "Aku sedih! Bapa memilih Purbasari sebagai penggantinya dan bukan aku! Aku harus melakukan sesuatu "kata Purbararang!. Gila karena marah, dia datang ke tukang sihir dan memintanya untuk mengirimkan ruam seluruh tubuh Purbasari's. Sebelum tidur, Purbasari mulai merasa gatal di seluruh tubuhnya. Dia mencoba menerapkan bedak ke tubuhnya, tapi ada gunanya. Sebaliknya, gatal tumbuh lebih buruk lagi. Dia tidak ingin menggaruknya, tetapi dia tidak bisa menahannya. Pada pagi harinya, ada tanda awal seluruh tubuh Purbasari's. "Apa yang terjadi padamu" tanya? Purbararang, pura-pura prihatin. "Aku tidak tahu, sis. Tadi malam, tubuh saya tiba-tiba merasa sangat gatal. Aku menggaruk dan menggaruk, dan ini adalah apa yang terjadi, "jawab Purbasari. Purbararang menggeleng. "Anda harus melakukan sesuatu yang sangat buruk. Anda telah dihukum oleh para dewa! "

Hari itu, seluruh kerajaan tersinggung. "Apa yang telah kaulakukan, Purbasari" menuntut? Prabu Tapa Agung. Purbasari menggeleng. "Aku tidak melakukan apa pun yang akan marah para dewa, Bapa," jawabnya. "Lalu bagaimana kau bisa menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh Anda?" Tanya Prabu Tapa Agung lagi. "Jika Anda tidak mengaku, aku akan mengusir kamu ke hutan" Purbasari menarik napas panjang.. "Seperti saya katakan sebelumnya, aku tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan aku lebih suka dilemparkan ke dalam hutan daripada mengakui perbuatan saya tidak dilakukannya. "

Setelah diskusi singkat dengan penasihat-Nya, Prabu Tapa Agung memerintahkan Purbasari untuk dipindahkan ke hutan. Purbasari sangat sedih, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentang perintah ayahnya. Dia didampingi ke hutan oleh seorang utusan. Ia membangun sebuah pondok sederhana untuk Purbasari. Setelah utusan itu pergi, tiba-tiba monyet hitam datang ke gubuk Purbasari's. Dia membawa banyak pisang. Dari belakangnya, beberapa binatang tampak pada. "Apakah pisang untuk saya?" Tanya Purbasari. Monyet hitam mengangguk, seolah-olah ia mengerti apa kata Purbasari. Purbasari mengambil pisang dengan kesenangan. Dia juga mengucapkan terima kasih. Yang lain hewan yang sedang mencari di juga tampak tersenyum. "Apakah Anda bersedia menjadi teman saya" Purbasari tanya mereka?. Semua hewan mengangguk dengan gembira. Meskipun dia tinggal sendirian di hutan, Purbasari tidak pernah kekurangan pasokan. Setiap hari, selalu ada binatang membawa buah-buahan dan ikan untuk makan.

Sebuah waktu yang lama telah berlalu sejak Purbasari dibuang ke hutan, namun tubuhnya masih gatal. Di beberapa tempat, kulitnya bahkan ulserasi. Apa yang harus saya lakukan? "Desah Purbasari. Monyet yang duduk di sampingnya tetap diam, ada air mata di matanya. Dia berharap Purbasari akan tetap sabar dan kuat.

Suatu malam, pada bulan purnama, monyet mengambil Purbasari ke sebuah lembah. Ada sebuah kolam dengan air panas. monyet tiba-tiba berbicara, "Air kolam ini akan menyembuhkan kulit Anda," katanya. Purbasari terkejut, "Anda bisa bicara? Siapa kau? "Tanyanya. "Anda akan tahu, pada waktunya," kata monyet. Purbasari tidak mau memaksa monyet itu. Dia kemudian berjalan ke kolam. Dia mandi di sana. Setelah beberapa jam, Purbasari keluar dari kolam. Dia terkejut melihat wajahnya tercermin pada air kolam jelas. Wajahnya cantik lagi, dengan kulit halus dan bersih. Purbasari mengamati seluruh tubuhnya. Tidak ada jejak dari setiap penyakit kulit. "Aku sembuh! Aku sembuh "Purbasari berteriak gembira!. Dia cepat-cepat menawarkan berkat kepada para dewa dan juga untuk monyet.

Kabar kondisi Purbasari dengan cepat menyebar ke kerajaan, menjengkelkan Purbararang. Dia kemudian disertai oleh Indrajaya pergi ke hutan untuk melihat Purbasari. Purbasari bertanya apakah ia akan diizinkan untuk pulang. Purbararang mengatakan ia akan membiarkan Purbasari kembali ke istana jika rambut Purbasari yang lebih lama daripada miliknya. Purbararang kemudian membiarkan rambutnya. Sudah lama, hampir menyentuh tanah. Tapi ternyata rambut Purbasari adalah dua kali lebih panjang dari rambut Purbararang's.

"Baik, jadi rambut Anda lebih panjang dari punyaku." Purbararang mengakui. "Tapi ada satu syarat lagi Anda harus memenuhi syarat, apakah Anda memiliki calon suami yang tampan dari saya," kata Purbararang sambil berjalan menuju Indrajaya. Purbasari merasa sengsara. Dia tidak punya suami masa depan yang belum. Jadi, tanpa berpikir panjang, ia menarik monyet hitam di sampingnya.

Purbararang dan Indrajaya meledak, tapi tawa mereka tidak berlangsung lama. The monyet bermeditasi dan tiba-tiba berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan, jauh lebih tampan dari Indrajaya. "Aku seorang pangeran dari kerajaan yang jauh. Aku dikutuk menjadi monyet karena kesalahan yang saya lakukan. Aku bisa mendapatkan kembali bentuk sebenarnya saya hanya jika ada seorang gadis yang bersedia menjadi istriku, "kata pemuda itu.

Akhirnya, Purbararang menyerah. Dia diterima sebagai ratu Purbasari, dan juga mengakui semua yang telah ia lakukan. "Maafkan saya. Tolong jangan menghukum aku, "kata Purbararang, meminta pengampunan. Alih-alih marah, Purbasari tersenyum. "Aku memaafkanmu, sis," katanya. Segera setelah itu, Purbasari menjadi ratu. Di sampingnya adalah pangeran tampan, mantan monyet yang dikenal sebagai Lutung Kasarung.
Read More »

sangkuriang

Dulu di Jawa Barat, hidup seorang gadis cantik bernama Dayang Sumbi. Dia juga pintar dan cerdas. Kecantikannya dan kecerdasan membuat seorang pangeran dari kerajaan surgawi Kahyangan keinginan kembali sebagai istri. Sang pangeran meminta izin dari ayahnya untuk menikahi Dayang Sumbi. Orang-orang dari Kahyangan tidak bisa hidup berdampingan dengan manusia, tetapi ayahnya disetujui dengan satu syarat, ketika mereka memiliki anak, sang pangeran akan berubah menjadi anjing. Pangeran menerima kondisi ini.
Mereka menikah dan hidup bahagia di hutan sampai Dayang Sumbi melahirkan seorang bayi laki-laki. Sang pangeran kemudian berubah menjadi seekor anjing bernama Tumang. Anak mereka diberi nama Sangkuriang. Dia sangat cerdas dan tampan seperti ayahnya. Setiap hari, dia berburu binatang dan mencari buah-buahan untuk dimakan. Suatu hari, ketika ia berburu, Sangkuriang membunuh Tumang sengaja. arrow Nya rusa merindukan ia penargetan dan tekan Tumang sebagai gantinya. Ia pulang ke rumah dan memberitahukan ibunya tentang anjing. "Apa?" Dayang Sumbi terkejut. Didorong oleh kesedihan dan kemarahan, ia mengambil alat tenun dan memukul kepala Sangkuriang dengan itu. Dayang Sumbi begitu sedih, dia tidak memperhatikan apa pun untuk Sangkuriang dan mulai menangis.
Sangkuriang merasa sedih dan juga bingung. Bagaimana ibunya mencintai anjing lebih dari dia? Sangkuriang kemudian memutuskan untuk pergi jauh dari rumah mereka dan melanjutkan perjalanan. Ini adalah akhir postingan saya Di pagi hari, Dayang Sumbi akhirnya berhenti menangis. Dia mulai merasa lebih baik, jadi dia pergi untuk mencari Sangkuriang. Tapi anaknya ada di mana bisa ditemukan. Dia tampak di mana-mana tapi masih tidak bisa menemukannya. Akhirnya, ia pulang dengan apa-apa. Dia merasa lelah. Dia jatuh tertidur, dan dalam mimpinya, dia bertemu suaminya. "Dayang Sumbi, jangan sedih. Carilah tubuhku di hutan dan mendapatkan hati. Rendam dengan air, dan menggunakan air untuk mandi, dan Anda akan tampak muda selamanya, "kata sang pangeran dalam mimpinya. Setelah mandi dengan air yang digunakan untuk merendam jantung anjing, Dayang Sumbi tampak lebih indah dan lebih muda.
Dan waktu berlalu. Sangkuriang perjalanannya berhenti di sebuah desa dan bertemu dan jatuh cinta dengan indah girl.He tidak menyadari bahwa desa itu tanah airnya dan gadis cantik itu ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Cinta mereka tumbuh secara alami dan ia meminta gadis itu untuk menikah dengannya. Suatu hari, Sangkuriang yang terjadi berburu. Dia meminta Dayang Sumbi untuk memperbaiki sorban di kepalanya. Dayang Sumbi terkejut ketika melihat bekas luka di kepalanya di tempat yang sama di mana dia, tahun lalu, memukul kepala Sangkuriang.
Setelah pemuda itu pergi, Dayang Sumbi berdoa untuk bimbingan. Setelah berdoa, ia menjadi yakin bahwa pemuda itu memang anak hilang. Dia menyadari bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk mencegah Sangkuriang dari menikahinya. Tapi dia tidak ingin mengecewakannya dengan membatalkan pernikahan. Jadi, meskipun dia setuju untuk menikahi Sangkuriang, dia akan melakukannya hanya dengan syarat bahwa ia memberikan dengan danau dan membangun sebuah perahu yang indah, semua dalam satu malam.
Sangkuriang menerima kondisi ini tanpa keraguan. Dia telah menghabiskan masa mudanya mempelajari seni magis. Setelah matahari terbenam, Sangkuriang pergi ke bukit. Lalu ia memanggil sekelompok jin untuk membangun bendungan di Sungai Citarum. Kemudian, ia memerintahkan para jin untuk menebang pohon dan membangun sebuah perahu. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang dan hamba jin hampir selesai perahu.
Dayang Sumbi, yang telah memata-matai dia, menyadari bahwa Sangkuriang akan memenuhi syarat yang dia minta. Dayang Sumbi segera membangunkan semua perempuan di desa dan meminta mereka untuk syal merah gelombang panjang. Semua perempuan di desa itu melambaikan syal merah, sehingga terlihat seolah-olah fajar telah melanggar. Tertipu oleh fajar palsu, ayam jantan berkokok dan petani naik untuk hari yang baru.
pelayan jin Sangkuriang segera menjatuhkan pekerjaan mereka dan berlari untuk berlindung dari matahari, yang mereka khawatir. Sangkuriang tumbuh marah. Dengan semua kemarahannya, ia menendang perahu yang belum selesai. Kapal terbang dan mendarat di sebuah lembah. Perahu itu kemudian menjadi sebuah gunung, yang disebut Gunung Tangkuban Perahu (Tangkuban berarti terbalik atau terbalik, dan Perahu berarti perahu). Dengan kekuatan, ia menghancurkan bendungan. Air dikuras dari danau menjadi sebuah dataran yang luas dan kini menjadi sebuah kota yang bernama Bandung (dari kata Bendung, yang berarti Bendungan) 



 

Read More »